biarkanlah mengalir

Ku tulis cerita ini, sebagai saksi bisu betapa beruntungnya diri ini , dirimu menjadi bagian warna indah dalam hidupku.

lewat sebuah hobi kita bercengkrama

melalui beberapa kesamaan kita mengenal

ketika 2 hati merasa nyaman dan damai, kita saling mengikat janji, janji yang tak tertulis tak pula terucap, karna mencintai dengan kata-kata tak terucap begitu indah.

            alam berjalan menurut sirkulasi , memberi dan menerima. manusia menerima oksigen dan memberi bahan pembuat oksigen untuk dedaunan. begitu pula sebaliknya.semua berjalan menurut sirkulasi tuhan.

pejamkan mata…! rasakan setiap hembusan nafas yang lembut menyusuri setiap jengkal organ tubuh, diam sejenak menaruh beban penat tentang keluh kesah hidup,

cukup dengan membangkitkan perasaan mendalam , bahwa suatu hari kita tidak akan bisa membuat oksigen ini menjadi bagian dalam waktu kita, maka menghargai betapa senangnya bisa hidup, adalah sebuah anugrah.

pernahkah terasa… begitu sering melakukan hal-hal yang tidak disadari, baru – baru mempertanyakan saat perbuatan yang tidak disadari itu mengusik fikiran.,

            trias… trias… cpcpcpc bukankah ayah sudah sering bilang, jangan mengambil jalan sulit, jika pada akhirnya mengeluh!

ahh.. ayah selalu begitu tidak pernah memberi solusi. jawab yang diomeli , lohhh… bahkan sebelum kamu mengeluh ayah sudah beri solusi nak, buktinya ayah sering mengatakannya, jangan memilih jalan sulit jika pada akhirnya kamu tak mampu lalu mengeluh,.karna memilih berarti pula kamu menerima.

gadis itu terisak…, sudah… sudah hapus air mata itu, coba fahami ini nak…” hiruk pikuk permasalahan yang anak ayah paling manis ini terlibat didalamnya itu adalah ujian untuk menggoyahkan pandanganmu dari tujuan kamu yang utama semua tergantung dirimu apakah kamu memilih memikirkannya terus menerus atau bersikap tegas dan tetap fokus pada tujuan awal . kamu berhak memilih nak dan memang ini adalah bagianmu yang bisa mengatasi adalah dirimu sendiri, kalau boleh meminta pada tuhan ayah mau mengambil seluruh bagian masalah yang menimpa putri  ayah ini, tapi itu tidaklah mungkin kan. trias …?

kuterjaga dari tidur, tangis itu sungguhan, begitu sesak seakan begitu nyata apa yang baru kudengar. apa kah memang engkau disana memperhatikanku….?

ingatanku kembali memutar 3 tahun lalu, sosok  ayah itu tak pernah sekalipun memanjakan putrinya,  jika kebanyakan orang tua  ketika anaknya mengeluh , menangis akan berusaha menuruti apa yang diinginkan si anak, maka sosok ayah ini berbeda , omelan-omelan yang memang sesuai kenyataan selalu saja membuatku kalah , dan jika dipikir-pikir memang begitulah , diri ini yang memilih jalan sulit lebih tepatnya dianggap sulit, mana bisa mengeluh pada orang lain yang mereka tidak ikut andil didalam memilih. jadi yang bisa kulakukan hanyalah menjalani, mensyukuri setiap hal yang datang dan  pergi,dan menanti akan ada disuatu waktu seorang yang menjadi pengukir senyum membuat kehidupan ini menjadi lebih berwarna.

###

Lesu LLLLLLL…. lagi-lagi tulisanku ditolak untuk dimuat, yang katanya noraklah , tidak berbobot, bahasanya kurang bisa difaham ada kata yang tidak baku dan bla…bla…, senior ditempatku kerja  terus mengomel, padahal aku sudah berusaha keras menulis dengan baik.

Dan disaat gelisah memenuhi hati, lagi-lagi ayah datang dalam mimpiku , untuk mengatakan kata-kata yang sama “ jangan mengambil jalan sulit jika akhirnya mengeluh” , mengeluh adalah sikap orang yang tidak bertanggung jawab, jika kau sudah terlanjur didalamnya maka hapus kata mengeluh sekalipun hal itu menyiksamu, berusaha menjadi yang terbaik.

lalu ayah melanjutkan dengan  bercerita tentang seorang yang pekerjaan sehari-harinya adalah tukang sapu, bukankah itu pekerjaan yang rendah menurut sebagian kaca mata orang nak? , tukang sapu itu tidak memiliki keahlian apapun , pendidikanpun tak sampai tamat. akhirnya seseorang menawarinya menjadi tukang sapu. dia menerimanya dan tidak sekalipun mengeluh pada tuhan, mengapa tuhan memberikan rizkinya melalui pekerjaan ini. sang tukang sapu sangat menekuni pekerjaanya, dia melakukanya dengan sungguh-sungguh . sehingga jalan raya yang selalu disapunya sangat bersih. lantas masyhurlah namanya sebagai tukang sapu terbaik diwilayah itu . dan saat ketika tukang sapu itu telah tiada begitu banyak orang yang mengenang perbuatanya dan merasa kehilangan akan ketiadaanya.. lihatlah nak bukan tentang terpandangnya suatu pekerjaan, bahkan pekerjaan tukang sapu pun mampu menjadikannya mashur, kenapa? karna dia melakukanya dengan sungguh-sungguh,melakukan yang terbaik dari apa yang dia miliki , menerima dan tidak pernah mengeluh.

            ayah benar aku sudah memilih jalan ini, 3 bulan lalu saat kumengikuti audisi “ generasi tangan emas” aku sudah membuat keputusan membuat alur jalan hidup bahwa kedepanya aku akan jadi penulis . meski kuliah yang kuambil adalah jurusan pendidikan , rasa ketertarikanku pada dunia tulis menulis begitu besar. akhirnya kucoba mengikuti audisi tersebut , apakah tuhan merestuiku? entahllah yang pasti kuditerima . keberuntungan datang bertubi-tubi. apa kata-kata itu memang benar…?” keberuntungan seorang pemula” .

audisi itu berlanjut aku dan kawan-kawan yang terpilih diberi pengajaran langsung disebuah lembaga yang bekerja sama dengan program tersebut, awalnya ku bersemangat , tapi lama-lama karna sering diomeli semangatnya beranjak turun, bu dian dan pak sabda memang begitu trias , tapi aslinya dia baik kog membantu  memajukkan mutu tulisanmu,

pengumuman bagi yang pertemanan dengan akun facebook Trias , mohon dihubungi ya…            tes interviewnya sudah mulai namanya udah dipanggil-panggil tuh dari tadi.

“tuhkan… telat…mana sudah sepi dikelas”, hari ini adalah jadwal tes interviewku dikampus. dipengumuman tertulis jam 08-13.00 ya sudah aku datang jam 11 dan ternyata mulainnya itu jam 08, mau  bagaimana lagi acara tes sudah buyar dan yang bisa dilakukan adalah duduk termanggu memikirkan harus bagaimana selanjutnya,

“trias,,,,!!” seseorang menyapa , apakah yang disapa mengenali ?kenal iya, hanya saja asing orangnya dan aneh pula sapaanya hanya sekilas ketika mengendari sepeda sambil berlalu pergi, tunggu dulu ngapain dia dikampus yang sama denganku, apa jangan jangan… ah biarkan sajalah… ada  yang harus difikirkan,ini gimana nasib tesnyaL dan keputuskan untuk beranjak , bertanya membuahkan hasil,syukur masih bisa tes susulan seketika itu.

            aku mengambil jurusan pendidikan agama islam, selain menjalankan nasihat yai, jika sudah boyong dari pondok tidak boleh jauh-jauh dari majelis ilmu juga untuk lebih mendalami agama yang aku anut. Sedang gejolak rasa dihatiku menuntunku ,hingga sampai diposisi ini bertemu dengan orang-orang yang berpengalaman dalam berkarya juga dengan senang hati berbagi ilmu dengan kami. Dilembaga generasi tangan emas ini aku juga bertemu dengan pak sabda orang yang pendiam hanya saja sedikit menegangkan jika berhadapan dengannya. dia adalah seniorku , pak sabda adalah salah satu orang yang mempelopori berdirinya lembaga generasi tangan emas ini dengan kawan-kawanya membangun dengan tujuan membentuk karya anak-anak negri, ada pula mbak dian , orangnya cantik ,pintar sedikit pedas kata-katanya ketika mengomeli junior-juniornya , tapi 100% baik . mereka berdua adalah pembimbing kami dalam pelatihan sebelum masuk dunia kerja dibidang tulis-menulis. Meskipun hanya pelatihan, tapi dirancang seperti kerja sungguhan mulai dari deadline waktu, tugas semua sudah diatur, termasuk gaji selama pelatihan juga diberi.

###

dua hari setelah tes.. seseorang memanggilku, seseorang yang menyapaku waktu itu, dia menanyakan perihal kuliah, dan dari sekian banyak yang dibicarakan hanya satu yang paling menggelitik bagiku, seorang itu meminta agar nanti ketika sekelas dikampus aku tidak memanggilnya dengan sebutan pak, ya…. ya…. kalau difikir-fikir sebutan itu memang sedikit menggangu bagi kebanyakan orang yang masih  muda jika berada dalam lingkungan kampus. meskipun  dikantor namanya memang disandingkan dengan kata pak ,yang dimintai hanya tersenyum, “siap laksanakan”.

Kesibukanku terus berlanjut mulai dari pagi waktuku kuhabiskan untuk mengajar TK mandiri , sebuah TK yang kupelopori sendiri berdirinya khusus untuk anak-anak yang orang tuanya tidak mau menyekolahkan mereka. Sepulang dari menghibur anak-manusia yang begitu polos situ , lembaga generasi tangan emas menantiku untuk segera menyelesaikan projek artikel tentang kemanusiaan yang kali ini sedang hangat diperbincangkan, membuat slide power point interaktif dan mempresentasikannya dihadapan senior, jika bagus maka akan dipublikasi jika tidak maka siap-siap diomeli. Sepertinya diriku masuk kategori yang diomeliL . karna keterbatasan waktuku sudah 2 minggu tugas itu terlantar dari deadline yang telah ditentukan. Bukan aku malas  mengerjakannya , tapi kesibukannku menuntut menundanya mulai dari awal perkuliah pengurusan administrasi dan ospek. Ditambah lagi dengan tetanggaku yang menyebalkan itu , bagaimana tidak dia melaporkan pada pihak berwajib perihal perizinan pembangunan TK mandiri. Disaat puncak masalah yang memuncak diri ini ingin pergi, pergi sejauh-jauhnya tanpa ada yang tahu tempatku berada.

Dan  hal yang paling sedih adalah saat Aku dipanggil secara resmi oleh senior untuk diperingatkan agar serius dalam menjalani pelatihan, jika sudah tidak sanggup lebih baik mundur LLL

Sadar akan kesalahan aku benar-benar menyesal, mulai sekarang berjanji akan lebih serius cayo…. trias!!!! (memotivasi diri sendiri) , namun kenapa fikiran ini begitu buntu dari inspirasi  huuuuhh… apa boleh buat harus mulai dari awal karna yang kemarin konsep artikelku ditolak.

sabda   : “trias…” ( menyapa dengan pesan) Tumben sekali mengirim pesan,  batinku.

Trias    :” iya ada yang bisa  saya bantu pak?” ( bersikap formal)

Sabda  :” boleh Tanya-tanyakah?”

Trias    :” silakan”

Sabda  :”tidak capek kah diomeli terus?”

Trias    :” capek itu pasti, karna saya masih punya telinga yang berlubang lagi berfungsi tapi … mau bagaimana lagi ini memang salah saya.

Tidak sadar bahwa, bercakap-cakap dengannya tanpa suara begitu menyenangkan, jauh hari aku sadar perkataan kawanku memang benar pak sabda sebenarnya baik, pak sabda juga sangat piawai dalam memotivasi juniornya dan bagus pula  karangan- karangan nya, .

Katanya suka nulis  cerpen ya? ( dia bertanya)

Kenapa?

Mau baca karyanya  dunk…boleh dikirim JJJ

Bapak juga jago , bagaimana kalau tukeran?

Lebih seru lagi kalau kita lomba bagaimana?

Lomba ? , bagaimana  itu perincian lombanya pak?

Iya lomba, jadi kita buat cerpen dengan batas waktu yang telah ditentukan dan sesuai tema yang disepakati.

Ohh begitu, boleh ( jawabku sepakat)

Ya sudah dikumpulkan satu minggu dari sekarang ya…dijam yang sama, (sabtu , waktu menunjukkan pukul 11.34)

Temanya kategori apa?

KEHIDUPAN ,bagaimana?

Setuju.DEEL ,

Oke, percakapan selesai.Lambaian 3 tangan selalu mengakhiri percakapanku dengannya.

            Setelah percakapan dengannya dan tantangan yang diberikan pak sabda membuatku terus berfikir mancari inspirasi seakan ada tambahan semangat untuk berkarnya , meskipun salah satunya karna aku tidak ingin malu dengan karyaku yang tidak bagus.

Waktu itu datang dimana kami menukar cerpen satu sama lain , cerpenku berjudul buku dari alam dan cerpenya berjudul kenyataan. , sumpah cerpen pak sabda bagus banget …singkat tapi memikat , menyentuh sekali membacanya,  cerpenya menceritakan tentang nasib anak jalanan yang kini merajalela , tapi dengan usaha dan do’a mampu memotivasi diri sendiri untuk bangkit  juga tentang hukum rimba dalam suatu masyarakat. aku akui kali ini karangannya lebih keren dari pada karyaku, tapi aku senang dengan begini aku semakin tertantaang untuk berkarya dan belajar darinnya.

Trias…. (sapannya dalam pecakapan dibalik layar)

Iya pak sabda….

apakah ada sesuatu yang ingin kamu terima dikehidupan saat ini?

Ada. Aku ingin jadi  penulis yang baik.

Lalu bagaimana kamu mendapatkannya?

Aku tidak tahu…….. LLL

Dalam hidup ini ada yang namanya hukum memberi dan menerima ,, jika kamu ingin menerima maka kamu harus memberi

Apa yang harus kuberikan?

Tentu saja jawabannya adalah apa yang kamu ingin dapatkan, yang mengalir kembali padamu , selalu lebih besar dari yang keluar darimu. Jika kamu ingin menjadi penulis maka kamu harus memberikan tulisan terbaik yang kau miliki, jadi jangan pernah berharap jadi penulis terbaik jika kamu tidak pernah memberikan karyamu yang terbaik.

Merenung , kata-katanya mengalir  dalam otakku menyadarkanku akan kebenaran yang dikatakannya, bingung menjawab apa , karna jujur aku begitu tersindir dengan kata-kata itu.

JJJ. Setuju.

Percakapan itu berakhir, kata-katanya mengingatkanku pada seseorang dia yang yang selalu menyerukan padaku agar selalu melakukan yang terbaik. Ahhh kenapa dia tiba-tiba masuk dalam fikiranku (melayang menjelang tidur)

            Besok adalah jadwalku mempresentasikan karya yang sudah kususun. Setelah melalui banyak percakapan dengan pak sabda akhirnya rampung juga.

Bismillah, akan kupersembahkan yang terbaik…. Cayo….!!! Trias.(memotivasi diri sendiri)

Presentasiku berjalan lancar  , kemungkinan besar akan dipublikasi, bu dian dan pak sabda sebagai pendampingku tersenyum bangga.

Trias presentasimu keren banget tadi, pasti diajarin pak sabda ya…? Sapa kawanku

Kenapa kamu bisa tahu?

Ohhhh… itu sudah lazim trias kan sudah aku bilang pak sabda memang baik, semua junior yang berada dalam bimbinganya akan selalu dimotivasinya . aku juga pernah.

Ohhhh… semua junior ya… pantas dia seringkali memotivassiku.

Tentu saja , mungkin karna tanggung jawabnya membimbing kita, asal jangan baper saja, kata-katannya itu yang menyentuh membuat siapapun jatuh hati. Iya tidak trias?

Biasa saja ais…. Sudah aku mau pulang dulu.

Trias…(menyapa dengan pesan)

Iya pak sabda….

Presentasinnya keren banget JJJ

Iya ini berkat bimbingan pak sabda juga , trimakasihJJJ

Itu karna kamu mau berusaha dan mendengarkan sarannku.

iya…, saya boleh Tanya kah pak?

Boleh..

Kenapa bapak kuliah jurusan pendidikan?

Karna oangtuaku ingin aku jadi guru trias..

Seru juga ya… lalu ndak ingin jadi penulis?

Kalau Itu sudah  menjadi cita-citaku dari dulu trias..sudah malam ini istirahat yuk… da..

Da… jawabku.

            Pak sabda selalu mengirim pesan dipenghujung malam , meski hanya sejenak tapi begitu rutin, alhasil diri ini jadi terbiasa terjaga hanya untuk menanti pesan singkatnya.

“Ohhhh… itu sudah lazim trias kan sudah aku bilang pak sabda memang baik, semua junior yang berada dalam bimbinganya akan selalu dimotivasinya .

Ohhhh… semua junior ya… pantas dia seringkali memotivassiku.

Tentu saja , mungkin karna tanggung jawabnya membimbing kita, asal jangan baper saja, kata-katannya itu yang menyentuh membuat siapapun jatuh hati. Iya tidak trias?”

Kata-kata itu terngiang-ngiang dalam memoriku, ingat trias dia hanya MEMOTIVASIMU!!! TIDAK LEBIH. Kuputuskan untuk memejamkan mata.

###

2 hari, tidak lagi ada pesan singkat dipenghujung malam

Seminggu, sebulan…

Ahhhh kenapa begitu risau. Trias…. mungkin dia sedang sibuk mengurusi anggota baru yang masuk lembaga generasi tangan emas, memotivasi mereka , bukankah itu lebih penting dari pada pesan singkat yang harus dikirim padamu setiap hari. (batinku menggurui diri sendiri)

Kujalani rutinitas dengan riang meski terkadang sedikit berharap pesannya muncul dilayar handphonku… tapi kutetap riang, paling tidak kusudah bahagia karna kehadirannya, dikantorpun juga jarang bertemu , hanya ada mbak dian yang membimbingku itupun sudah tidak sesering dulu karna lebih mefokuskan pada anggota baru.

            Trias….( kembali dipenghujung malam), bahagiaku datang, resauku hilang.

            Iya ada apa pak sabda..?

            Bagaimana kabar hari ini? JJJ

            Buruk, pak

            Kenapa?, coba cerita..!

            Hari ini diomeli sama mbak dian, gara-gara flasdisk untuk presentasi hilangL

            Haha… , semangat dunk!!!! JJJ

            Iya ini juga semangat kog, J

            Pak sabda sendiri apa kabar?, jarang ketemu saya

            Buruk trias..

Lohhh kenapa?

Pekerjaan numpuk , banyak yang difikirkan pula…

Usul pak…, jangan mikirin saya juga,  biar tidak tambah banyak .hhh( niatku menghibur)

Kamu fikir mudah….?

Ohhh.. sulit ya…? Sesulit matematika? tanyaku

Sesulit meninggalkan nasi!!

Walah serasa pengen mati gitu ..? JJJ

Ya tidak segitunya juga trias…! Ini namanya ujian, menanam nama dalam fikiran.

Ditanam? Jangan lupa dipupuk ya….! ( balasku)

Aneh… bagaimana mau memupuk … difikirkan saja yang punya nama melarangLL, izin boleh namanya ditanam dalam fikiran?

Tergantung..

Tergantung bagaimana trias?

Yang ditanam baik apa ndak, kalau baik ya silahkan kalau tidak ya jangan!

Kalau menurutku baik, kalau menurut kamu?

            Tanaman itu tergantung yang menanam , penanam punya fikiran baik tidak sama yang       mau ditanam? kalau punya fikiran baik , itu akan mempengaruhi tanaman, sehingga           tanaman itu akan berusaha terbaik untuk membahagiakan penanam. Berlaku juga         hukum sebaliknya.

            Trimakasih sebelumnya.. jadi lanjut ini?

            Jalani saja pak tani..!, seperti air yang mengalir kemana muara akhir perjalanan ini.

            SepakatJJJ.

Beruntungnya seseorang yang menerima ucapan semangat disaat lelah datang

Maaf sudah lama membuat menunggu,dan akhirnya rampung juga.

kisah inspiratif pendidikan dasar dari ayah (kemandirian)

derita tidak menyakitimu sama sekali ,bahkan dia membantumu meneguk air kehidupan

yang hanya bisa di temui dalam kegelapan.

SETIAP DERITA TETAPLAH BERKAH

(maulana jalaluddin rumi)

            Sang penguasa siang hari ini begitu bersemangat memancarkan panas. Dan dibawah terik yang membakar, hamparan tanah yang ditumbuhi tanaman tebu, seorang laki-laki separuhbaya bersama putrinya yang masih belia, mereka bertarung melawan nyamuk yang memburu darah, lugut yang menggelitik kulit, menyibak-nyibak daun tebu untuk mendapat jalan  menuju pohon kelapa yang berdiri gagah di tengah – tengah lautan tebu yang entah berapa hektar. Langkah-langkah melelahkan itupun sampai, sang bapak memanjat pohon kelapa, dipunggungnya terdapat tampar panjang sebagai alat untuk menurunkan segerombol kelapa muda (degan) dari pohon agar tidak cacat ketika menyentuh tanah.

“nak Lepas talinya !” Sang bapak menyeru setelah sedikit demi sedikit tampar diulur dengan hati-hati

 “ iya pak ” Dengan gesit sang anak melepas ikatan tampar yang melilit tangkai  kelapa saat menjatuhkan diri di bumi. Begitulah proses pengunduhan degan , tampar ditarik lagi  untuk penurunan kelapa muda selanjutnya. 6 pohon sudah di panjat sang bapak.

Metahari semakin menyengat, serasa mereka bermandi keringat sang bapak menyodorkan degan pada putrinya si anak meneguknya dengan penuh kenikmatan.                  “ capek nak?”,“ iya pak” . kulit gadis itu lengket dengan baju, bau tak sedap keringat bercampur gatal di sekujur tubuh, nyamuk tetap gigih menyergap, bentol – bentol mulai bersarang di kulitnya. Maryam berteduh dibawah bayangan pohon kelapa istirahat sejenak pekerjaan ini cukup menguras tenaganya yang masih muda. dan bapaknya masih bekeja memindahkan degan ke sepeda motor yang sudah dipasangi obrok[1]. Diperhatikanlah oleh maryam langkah bapaknya yang berat karna beban di punggungnya. degan memang lebih berat dua kali lipat dari pada kelapa biasa. Disitulah Maryam merasakan betapa lelahnya proses mencari uang.

 Pekerjaan bapak maryam adalah pedagang kelapa mulai dari kelapa muda ataupun tua , dia juga sebagai pengunduh, pengupas, sekaligus penjual di pasar . maryam adalah anak kedua dari dua bersaudara kakaknya diasuh oleh sang ibu, semenjak orang tua mereka becerai pengadilan menyuruh kakak beradik itu memilih akan diasuh siapa, mereka sepakat untuk berbagi, maryam diasuh bapak dan kakaknya diasuh ibu.

            Bapak maryam duduk disamping putrinya sejenak mengatur nafas, disela keheningan lelah sang bapak bertanya

 “kamu tahu nak kenapa bapak ajak kamu kesini?

 “ ya.. Biar bisa bantu bapak.”jawab mayam,

 “ itu salah satunya nak, tapi ada satu alasan yang lebih penting, yaitu agar kamu mengetahui dan merasakan betapa lelahnya proses mencari uang nak, tidak menjadi anak manja dan hanya bisa meminta seenak hati lalu hidup bergantung pada orang tua, bapak inginkan kau jadi anak yang kuat dan mandiri nak, sekiranya kau inginkan sesuatu kau harus berusaha mewujudkanya harus punya modal awal, agar bapak tahu kalau kau benar-benar menginginkanya. itulah sebab bapak tidak membelikan kau baju lebaran ataupun mengabulkan permintaanmu jika kau tidak punya sepeserpun uang simpanan, karna bagi bapak tidak memiliki simpanan uang lalu kau sudah meminta berati kau tidak sungguh- sungguh menginginkanya, berani.menginginkan sesuatu kau juga harus bisa mengumpulkan bahan untuk mewujudkanya nak, Itulah prinsip bapak dalam mendidik dan membina keluarga  dan ibumu tak sejalan dengan pemikian itu, jadi cukuplah bapakmu ini beperan ganda sebagai ibu sekaligus bapak. bagimu” wajah itu menyiratkan kekecewaan yang mendalam, Saat itulah maryam sadar bahwa dia akan membuka lembaran kehidupan baru bersama bapaknya tanpa ibu tanpa saudara.

 Bapak maryam mungkin hanyalah oang tua sederhana, tapi memiliki prinsip hidup dalam mendidik begitu luar biasa, coba bayangkan jika setiap bapak mendidik anaknya dengan memperlihatkan realita susahnya mencari uang yang digunakanya untuk segala hal, mungkin tak akan ada lagi cerita anak manja, anak yang menuntut orang tua memenuhi keinginanya, dan bisa jadi tidak ada koruptor dimuka bumi ini karna dihati  anak dan istri telah tertanam perasaan menerima dan merasakan, betapa lelahnya proses mencari uang. jadilah seorang bapak tenang dalam bekerja tidak seperti dikejar tuntutan yang bisa menyebabkanya mengambil perkara yang bukan hak. benar bukan?

Pekerjaan bapak maryam menuntutnya untuk pergi di tengah malam, membawa barang dagangan ke pasar, berat hati meninggalkan maryam sendiri maryampun dibangunkan ditengah lelapnya tidur untuk ikut pegi kepasar sesampainya dipasar maryam menghampakan tumpukan karung bekas sebagai alas tidur dengan selembar selimut anak yang masih belia itu tidur di pelataran toko tempat bapaknya berdagang di malam hari.

kehidupan sehari-hari maryam adalah menjadi ibu kecil yang mengambil alih seluruh pekerjaan rumah , kisahnya memang tak seharu kisah bunda maryam, tapi cukup untuk membuka pandangan bahwa tidak setiap anak yang tertimpa broken home menjadi anak yang kurang kasih sayang bahkan terlantar.

 Keadaan ekonomi bapak maryam semakin menurun, setelah perceraian ibunya menuntut harta gono-gini , maryam bingung kenapa pula ibu yang dulu satu atap denganya menuntut rumah dan seluruh harta di bagi menjadi dua? , perkara orang dewasa begitu rumit. semua barang yang berhargapun mulai habis dijual untuk memenuhi keinginan ibu maryam, belum juga pengurusan surat cerai yang mahal untuk ukuran ekonomi bapak maryam sehingga hutangpun dimana-mana. Ah.. betapa perceraian begitu mahal untuk diterima macam mana pula mahal membeli surat cerai? , tapi hidup harus terus berlanjut .

“ingat pesan ini nak!. Dari setiap kejadian yang telah kau lalui ada hikmah dalam setiap langkah, dan kau harus mengambilnya! Bagaimana caranya? Dengan berfikir nak hikmah itu diperuntukkan bagi orang yang melihat sisi positif sebuah musibah.betapa kata- kata itu menjadi benteng bagi maryam dalam menghadapi semuanya.

.keadaan ekonomi yang belum stabil membuat maryam berfikir untuk putus sekolah dia ingin membantu bapaknya, tapi  ditolaklah keinginan maryam oleh bapaknya dengan senyuman bangga,” nak jika kamu sedang berlayar menuju suatu pulau, begitupula teman-temanmu, kamu menaiki kapal laut yang melaju dengan layar sedangkan temanmu naik kapal yang melaju dengan mesin. saat ditengah- tengah laut kalian menghadapi badai angin yang begitu dasyat, kamu berhasil melewatinya begitu pula teman-temanmu , pertanyaanya adalah lebih hebat mana dirimu yang naik kapal layar selamat sampai tujuan dari pada temanmu yang naik kapal mesin selamat sampai tujuan? Tentulah kamu tahu jawabanya nak, Dan kamu harus selamat sampai pada tujuan, meskipun dengan kapal layar kau akan tetap terlihat hebat. Jadi  bagaimanapun kesulitanya kamu akan tetap lanjut sekolah nak. Dan itu menjadi tugas bapak mengantarkanmu.

                                                            Tekung 22 maret 2018 23.20 wib

                                                                                                Pai ningsih


[1] Obrok (jawa)Wadah untuk mengangkut barang  dagangan tebuat dari kayu, bambu atau kain yang menyerupai karung memiliki dua bagian ditaruh di kanan kiri sepeda motor .